Arsip Tag: printer

Amankah Tinta Art Paper Digunakan Pada Printer Biasa ?

Amankah Tinta Art Paper Digunakan Pada Printer Biasa ?  Art paper adalah jenis kertas yang cukup unik dan berkesan mewah, karena kertas ini sering digunakan pada majalah dan cetakan lainnya yang bersifat exclusive.  Kertas art paper hanya bisa dicetak oleh tinta yang berbasis minyak, sehingga hanya cocok dicetak dengan menggunakan mesin offset atau mesin laserjet.

Solusi Mencetak Pada Kertas Art paper

Apakah printer biasa bisa mencetak di kertas art paper ? Jawabannya Bisa! ya dengan banyaknya inovasi dari para produsen tinta printer memberikan solusinya yakni dengan menjual tinta khusus art paper yang dapat digunakan dengan printer biasa.

Pada dasarnya tinta art paper adalah tinta berbasis kurang lebih 60% minyak dan 40% air, sehingga tinta minyak itulah yang melekat pada kertas art paper sementara komposisi air hanya untuk mengencerkan tinta tersebut agar dapat masuk dan bisa dicetak oleh noozle atau head pada printer.

Untuk saat ini rekomendasi merk printer yang bisa menggunakan tinta art paper adalah semua printer yang tidak menggunakan busa penyerap tinta pada catridgenya seperti merk Epson dan Brother.  Merk lain belum pernah kami coba sehingga tidak direkomendasikan.

Pertanyaan utamanya sekarang adalah :

  • Amankah Tinta Art Paper Digunakan Pada Printer Biasa ?
  • Bagaimana hasil cetak tinta art paper ?
  • Bagaimana merawat printer yang menggunakan tinta art paper ?

Baik mari kita ulas satu persatu pertanyaan diatas, intinya kami menjawab pertanyaan diatas sesuai dengan pengalaman.  Karena sebelum kami membuka percetakan, kami menggunakan printer biasa untuk dapat memberikan solusi agar bisa mencetak di kertas art paper.

Amankah Tinta Art Paper Digunakan Pada Printer Biasa ?

Amankah Tinta Art Paper Digunakan Pada Printer Biasa ?

Selama yang pernah kami coba dan lakukan, tinta art paper awalnya aman dan lancar saat menggunakan tinta art paper.  Hanya saja tinta art paper ini harus benar-benar diisi dari awal saat printer masih baru atau saat head printer masih baru.  Apabila anda mencampur tinta ini langsung pada tabung infus printer yang menggunakan tinta biasa (dye base) maka potensi kerusakan head semakin tinggi.

Pada penggunaan awal sekitar diatas 1000 lembar kami tidak menemui masalah, akan tetapi setelah itu muncul beberapa problem diantaranya :

  • Tinta sering mampet sehingga harus sering dilakukan proses maintenance yakni menggunakan fitur cleaning pada maintenance di aplikasi printer tersebut.
  • Hasil cetak bergaris, ketika hal ini terjadi kami menggunakan mode High Quality atau mengganti jenis kertas pada aplikasi printer tersebut misalnya menggunakan pilihan kertas premium glossy.
  • Printer tidak boleh dibiarkan lama tidak mencetak karena akan menyebabkan noozle head menjadi mampet akibat tinta minyak mengering pada head.  Sehingga kami atasi dengan mencetak semua warna setiap hari minimal 4-5 jam sekali.
  • Pada periode tertentu head menjadi berkarat, ketika hal ini terjadi kami tidak ada solusi lain terpaksa ganti head yang lumayan mahal itu.
  • Busa untuk head cleaning menjadi mampet sehingga kami atasi dengan sering menyiram cairan pembersih head pada busa tersebut.

Kesimpulannya, tinta art paper tidak dianjurkan untuk anda yang mencetak dalam volume sedikit dan tidak tiap hari.

Bagaimana hasil cetak tinta art paper ?

Saat pertama kali kami mencoba, kita surprise dengan hasilnya karena benar-benar bisa mencetak di media art paper.  Namun ketika dibandingkan dengan hasil cetak offset dan laserjet hasilnya lumayan jauh… maksudnya jauh lebih gk bagus ^_^

Hasil pada printer art paper nampak lebih pudar dan sayangnya bisa lepas kalau di gores dengan benda semi tajam misalnya kuku, penggaris, dan sebagainya.

Proses pengeringan tinta art paper juga cukup lama bila menggunakan printer biasa, sehingga apabila anda mencetak kertas yang banyak dan continue kita harus memindahkan dulu kertas yang sudah selesai sebelum ditimpa dengan kertas yang baru mulai dicetak.

Bagaimana merawat printer yang menggunakan tinta art paper ?

Berikut berapa tips dan trik yang pernah kami lakukan untuk merawat printer agar awet meski menggunakan tinta art paper.

  • Gunakan mode High agar head awet dan hasilnya prima, selain itu mode High membuat kertas turun perlahan sehingga bila mencetak dalam jumlah banyak masih ada jeda waktu bagi kertas yang sudah selesai dicetak untuk mengering dan bisa bertimpa-timpa dengan cetakan berikutnya.
  • Selalu gunakan printer setiap 4-5 jam sekali, karena proses pengeringan pada head noozle sangat cepat.  Namun sayangnya apabila terlalu sering digunakan maka motor pada head cepat rusak.
  • Selalu gunakan merk tinta yang sama, jangan diganti dengan merk lainnya.
  • Lakukan proses cleaning setiap mencetak lebih dari 100 lembar.
  • Lakukan pembersihan dengan menggunakan cairan pembersih head secara rutin.

Demikian beberapa hal yang harus anda pikirkan sebelum menggunakan tinta art printer.  Semoga bermanfaat.

Oh ya bila ingin Cetak buku pontianak, hubungi kami ya ?